Jasa Training

Memfasilitasi request training atau pelatihan korporasi secara in-house

1. Teaming for Impact: High-performing Agile Ways of Working

Pelatihan intensif 3 hari untuk delivery team dan para leader yang ingin meningkatkan kolaborasi tim, menjaga fokus kerja, serta menghasilkan output yang lebih predictable dengan kualitas eksekusi yang konsisten.

Peserta akan belajar cara kerja yang lebih efektif dan adaptif melalui praktik Agile ways of working dan Lean, dengan fokus pada penyelarasan tim, ritme kerja yang jelas, dan pengurangan bottleneck dalam delivery.

2. Leading and Nurturing High Performing Team

Workshop 1 hari untuk para leader yang ingin mengambil keputusan lebih cepat, membangun alignment tim, dan mendorong kinerja tim secara berkelanjutan.

Peserta akan mengeksplorasi cara menciptakan psychological safety, mendukung cara kerja iteratif dan adaptif, serta menghilangkan hambatan kerja tim agar tercipta lingkungan yang memungkinkan tim berkembang dan perform secara optimal.

Workshop 2 hari untuk membantu organisasi membangun fokus strategis, menyelaraskan prioritas lintas fungsi, dan memastikan eksekusi berjalan ke arah yang sama dan terukur.

Peserta akan belajar merumuskan objective yang jelas dan bermakna, menyusun key results yang terukur, serta menghubungkan strategi dengan eksekusi sehingga tim dapat bekerja lebih fokus dan berdampak.

3. OKR and Strategic Alignment
4. Scrum Framework: Foundation for Product Effective Delivery

Pelatihan 2 hari untuk tim dan praktisi delivery yang ingin membangun fondasi cara kerja Scrum yang solid agar kolaborasi tim lebih efektif, fokus pengembangan lebih terjaga, dan delivery produk lebih konsisten.

Peserta akan memahami prinsip dan praktik inti Scrum melalui sesi interaktif, simulasi, dan refleksi, dengan fokus pada peran yang jelas, ritme kerja, dan peningkatan kualitas delivery dalam pengembangan produk.

5. Agile Product Ownership: From Discovery to Impact

Workshop 2 hari untuk Product Owner dan Product Manager yang ingin memastikan produk yang dibangun benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar dan menghasilkan dampak bisnis yang nyata.

Peserta akan belajar melakukan discovery yang terarah, validasi ide secara efektif, serta mengelola prioritas produk (backlog) dan menetapkan metrik yang tepat agar setiap keputusan produk lebih fokus pada value.

woman wearing yellow long-sleeved dress under white clouds and blue sky during daytime

Training dengan method yang unik. Pemahaman konsep agile dan scrum tersampaikan dengan baik. Very excited training with Aria dan Najla!

Tony Darmasaputra, Co-Founder @Roketin

Agile course bersama Kang Aria n team itu addicted banget buat saya. Hal baru yang saya rasain, saya bisa dapetin poin of view berbeda saat menghadapi suatu hal. Dan yg pasti critical thinking kita dipertajam. Saya pernah belajar continues improvement nya Toyota, SixSigma nya Motorola, tapi Agile course yg saya terima lebih dari itu, karena mengajarkan kita tidak sekedar self improvement tapi juga adapted terhadap segala hal. Terima kasih ilmunya, kapan2 bikin pelatihan lagi ya sama PPI Dunia

Choirul Anam, SE, SH, ME, AK, PhD, CA, CFA, CIISA - Auditor dan Peneliti Kebijakan Publik

★★★★★
★★★★★

Frequently asked questions

Sebenarnya apa bedanya training inhouse dengan public class?

Inhouse itu didesain khusus untuk konteks perusahaan Anda. Kasusnya nyata. Tantangannya relevan. Bahasanya sesuai budaya internal.

Kalau public class biasanya lebih general. Insight tetap dapat, tapi belum tentu nyambung dengan dinamika tim Anda.

Kalau tujuan Anda adalah perubahan perilaku kerja, bukan cuma nambah wawasan, inhouse biasanya lebih efektif.

Materinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan kami?

Bisa. Justru itu poin utamanya. Sebelum training, biasanya akan ada sesi needs assessment singkat.

Kami ingin tahu: Tantangan utama tim saat ini, Target bisnis yang ingin dicapai, Level pemahaman peserta, dan Ekspektasi manajemen

Contoh: Kalau problem Anda adalah tim lambat ambil keputusan, maka porsi praktik akan lebih banyak di decision making dan alignment. Bukan teori panjang tentang Agile mindset.

Apakah training ini lebih banyak teori atau praktik?

Fokusnya praktik.

Biasanya komposisinya: 30% konsep penting dan 70% diskusi kasus, simulasi, role play, dan refleksi.

Tujuannya sederhana, Peserta pulang dengan perubahan cara kerja. Bukan cuma catatan slide.

Apakah trainer hanya mengajar atau juga berbagi pengalaman nyata?

Pendekatannya bukan hanya mengajar. Biasanya akan ada: Studi kasus nyata. Berbagi dan melakukan praktik berbasis pengalaman di berbagai industri, dan Diskusi reflektif atas kasus internal Anda.

Karena orang belajar paling cepat dari cerita dan pengalaman nyata, bukan teori abstrak.

Kalau tim kami belum familiar dengan Agile, apakah tetap cocok?

Cocok.

Materi akan disesuaikan levelnya. Kalau masih baru, fokusnya pada: Prinsip dasar. Cara berpikir dan Praktik sederhana yang langsung bisa dicoba. Tidak perlu langsung pakai istilah teknis berat.

Berapa jumlah peserta ideal untuk satu batch?

Idealnya: 12–25 orang

Meskipun dengan 4 orang batch bisa jalan, namun terlalu sedikit kurang dinamis. Sementara jika terlalu banyak sulit interaktif dan mentoring pesertanya.

Kalau lebih dari 25 orang, lebih baik dibagi beberapa batch.

Apakah training bisa dilakukan online?

Bisa.

Namun untuk topik yang banyak simulasi dan interaksi, offline biasanya lebih impactful.

Kalau online, desainnya perlu benar-benar disesuaikan agar tetap interaktif. Kami bukan sekadar memindahkan slide ke Zoom.

Apa yang membuat program training di Ark Agility ini berbeda dari training lain?

Kata yang pernah memakai jasa kami, pembeda training kami diantaranya

  • Fokus pada praktik, bukan jargon

  • Disesuaikan dengan konteks perusahaan

  • Mengajak peserta berpikir kritis, bukan menerima mentah-mentah

  • Ada rencana implementasi setelah training

Banyak training membuat orang paham, namun sedikit yang benar-benar mengubah cara kerja.