Jasa Training

Memfasilitasi request training atau pelatihan korporasi secara in-house

Teaming for Impact: High-performing Agile Ways of Working

Pelatihan intensif berdurasi 3 hari yang didesain untuk delivery team dan para leader guna memperkuat kolaborasi, fokus tim, predictability keluaran dan kualitas eksekusi.

Silabusnya mengeksplorasi cara kerja yang lebih efektif, adaptif dan berdampak via Agile way of working.

Leading and Nurturing High Performing Team

Workshop Agile Leadership berdurasi 1 hari yang dedesain untuk para leader.

Mengeksplorasi cara membangun alignment org, menciptakan psyhological safety, mendukung cara kerja iterasi dan inkremental, serta menghilangkan hambatan tim agar tercipta lingkungan kerja dan budaya yang memungkinkan cara kerja Agile tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Workshop 2 hari yang dirancang untuk membantu organisasi membangun fokus strategis dan alignment lintas fungsi melalui penerapan OKR (Objectives and Key Results).

Mengeksplorasi cara merumuskan objective yang jelas dan bermakna, menyusun key results yang terukur, serta penyelarasan elemen org untuk bergerak ke arah yang sama dengan eksekusi yang lebih terfokus dan berdampak

OKR and Strategic Alignment
Scrum Framework: Building the Foundation for Effective Delivery

Pelatihan 2 hari Scrum Fundamental ini memberi pemahaman komprehensif tentang prinsip, nilai, dan praktik inti kerangka kerja Scrum.

Difasilitasi dengan sesi interaktif, simulasi peran, dan refleksi tim — membantu peserta memahami cara kerja Scrum untuk meningkatkan kolaborasi, fokus, dan delivery tim secara konsisten dalam konteks pengembangan produk

Agile Product Ownership: From Discovery to Impact

Workshop 2 hari ini dirancang untuk Product Owner dan Product Manager guna memperkuat peran mereka mulai fase discovery hingga memastikan produk menghasilkan dampak nyata.

Dengan pendekatan Agile dan Lean Startup, para peserta akan mempraktikkan teknik eksplorasi dan validasi, mengelola serta merinci backlog secara efektif, serta menetapkan metrik yang tepat untuk mengukur nilai.

woman wearing yellow long-sleeved dress under white clouds and blue sky during daytime

Training dengan method yang unik. Pemahaman konsep agile dan scrum tersampaikan dengan baik. Very excited training with Aria dan Najla!

Tony Darmasaputra, Co-Founder @Roketin

Agile course bersama Kang Aria n team itu addicted banget buat saya. Hal baru yang saya rasain, saya bisa dapetin poin of view berbeda saat menghadapi suatu hal. Dan yg pasti critical thinking kita dipertajam. Saya pernah belajar continues improvement nya Toyota, SixSigma nya Motorola, tapi Agile course yg saya terima lebih dari itu, karena mengajarkan kita tidak sekedar self improvement tapi juga adapted terhadap segala hal. Terima kasih ilmunya, kapan2 bikin pelatihan lagi ya sama PPI Dunia

Choirul Anam, SE, SH, ME, AK, PhD, CA, CFA, CIISA - Auditor dan Peneliti Kebijakan Publik

★★★★★
★★★★★

Frequently asked questions

Sebenarnya apa bedanya training inhouse dengan public class?

Inhouse itu didesain khusus untuk konteks perusahaan Anda. Kasusnya nyata. Tantangannya relevan. Bahasanya sesuai budaya internal.

Kalau public class biasanya lebih general. Insight tetap dapat, tapi belum tentu nyambung dengan dinamika tim Anda.

Kalau tujuan Anda adalah perubahan perilaku kerja, bukan cuma nambah wawasan, inhouse biasanya lebih efektif.

Materinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan kami?

Bisa. Justru itu poin utamanya. Sebelum training, biasanya akan ada sesi needs assessment singkat.

Kami ingin tahu: Tantangan utama tim saat ini, Target bisnis yang ingin dicapai, Level pemahaman peserta, dan Ekspektasi manajemen

Contoh: Kalau problem Anda adalah tim lambat ambil keputusan, maka porsi praktik akan lebih banyak di decision making dan alignment. Bukan teori panjang tentang Agile mindset.

Apakah training ini lebih banyak teori atau praktik?

Fokusnya praktik.

Biasanya komposisinya: 30% konsep penting dan 70% diskusi kasus, simulasi, role play, dan refleksi.

Tujuannya sederhana, Peserta pulang dengan perubahan cara kerja. Bukan cuma catatan slide.

Apakah trainer hanya mengajar atau juga berbagi pengalaman nyata?

Pendekatannya bukan hanya mengajar. Biasanya akan ada: Studi kasus nyata. Berbagi dan melakukan praktik berbasis pengalaman di berbagai industri, dan Diskusi reflektif atas kasus internal Anda.

Karena orang belajar paling cepat dari cerita dan pengalaman nyata, bukan teori abstrak.

Kalau tim kami belum familiar dengan Agile, apakah tetap cocok?

Cocok.

Materi akan disesuaikan levelnya. Kalau masih baru, fokusnya pada: Prinsip dasar. Cara berpikir dan Praktik sederhana yang langsung bisa dicoba. Tidak perlu langsung pakai istilah teknis berat.

Berapa jumlah peserta ideal untuk satu batch?

Idealnya: 12–25 orang

Meskipun dengan 4 orang batch bisa jalan, namun terlalu sedikit kurang dinamis. Sementara jika terlalu banyak sulit interaktif dan mentoring pesertanya.

Kalau lebih dari 25 orang, lebih baik dibagi beberapa batch.